Translate

Selasa, 25 Agustus 2015

Jika nanti kamu kembali...

Rumah,
25 Agustus 2015
18.44 WIB

Jika suatu saat nanti kamu kembali,
entah itu satu bulan,
dua bulan,
tiga bulan,
empat bulan,
atau bahkan satu tahun...

kamu masih akan melihatku berdiri disini.
dengan badan tegap dan raut wajah yang tegar.
walau mungkin, hati gusar.

jika suatu saat nanti kamu kembali,
ingatlah hari pertama perkenalan kita.
tak ada ego,
tak ada duka,
walau mungkin sedikit dusta.

jika suatu saat nanti kamu kembali,
ingatlah hari dimana pertama kali kita bertemu.
senyum bahagia,
hati yang lega,
harap yang tinggi,
dan cinta yang dalam.

jika suatu hari nanti kamu kembali,
ingatlah masa-masa dimana aku menemanimu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
ingatlah saat aku membuatkanmu sarapan,
dengan segelas susu putih kesukaanmu,
dan setumpuk roti telur di meja makanmu.
aku masih ingat, kau begitu membenci cokelat,
sedang aku begitu menyukainya.

jika suatu hari nanti kamu kembali,
ingatlah hari-hari sulitmu.
dimana aku selalu ada bersamamu.
walau mungkin kehadiranku hanya kau manfaatkan,
tapi selama aku bersamamu, sama sekali tak pernah ada pamrih yang ku pinta darimu.
semua tulus aku lakukan untukmu.

jika suatu hari nanti kamu kembali,
ingatlah saat awal kau merintis usahamu.
ingatlah aku yang selalu memberikan semangat kepadamu.
walau munkin,
kehadiranku hanya kau anggap sebagai hiasan belaka.

jika suatu hari nanti kamu kembali,
ingatlah hari dimana kita duduk bersama.
menceritakan semua keluh kesah yang ada.
memimpikan tentang masa depan kita berdua.
merencanakan sebuah pernikahan indah di ujung senja.
menghayalkan keluarga kecil penuh cinta,
dengan tiga orang anak kecil yang berlarian kesana kemari menghiasi sudut rumah.
menginginkan kebahagiaan hingga hari tua, bahkan ajal yang menjemput.

jika suatu hari nanti kamu kembali,
ingatlah semua tingkah bodoh yang pernah kita lakukan.
ingatlah kesalahan-kesalahan kecil yang tak pernah kita permasalahkan.
ingatlah hari dimana kita selalu saling memaafkan.
tak pernah ada sedikitpun pertengkaran dalam hubungan kita.

namun,
jika suatu saat kamu kembali,
jangan pernah lupakan hari dimana kamu berusaha meninggalkanku,
berusaha sekuat mungkin menghancurkan hati yang terus kulapisi dengan kepercayaan.
berusaha sebisa mungkin meninggalkan aku yang saat itu sedang cinta-cintanya kepadamu.
berusaha sebisa mungkin menghindariku yang terus mengganggu harimu.
berusaha keras menenggelamkan mimpi yang pernah kita impikan,
dan harapan yang sudah setinggi langit kita bangun bersama.
lalu bahkan, menghapus semua yang pernah terjadi diantara kita.

lalu,
jika suatu saat kamu kembali,
aku ragu,
masihkah cinta itu menghampiri kita berdua?
ataukah hanya benci yang akan menyelimuti hati kita?
sungguh aku ragu.

lalu aku ingin bertanya untuk apa kamu kembali?

Tidak ada komentar: