Bandung,
30 Agustus 2015
19.40 WIB
Lalu,
entah ada angin apa.
tiba-tiba messenger ku berbunyi.
kulihat ada pesan didalamnya.
sesosok lelaki yang pernah ada di masa lalu,
dengan amat tiba-tiba muncul kembali.
kehadirannya seakan mengusik semua usahaku melupakannya.
oh, pria bulan mei.
apa yang sebenarnya terjadi pada dirimu?
apakah gerangan yang membawamu kembali masuk dalam kehidupanku?
masihkah ada aku didalam hatimu?
sehingga kau dengan segala usahamu berusaha menyelinap masuk dalam celah di dalam hatiku (lagi)?
oh, pria bulan mei.
kuharap kau tak datang lagi,
kalau hanya untuk pergi lagi.
kumohon kau tak memberikan harap lagi,
bila hanya akan menyakiti lagi.
kuminta kita jangan saling mencinta lagi,
bila pada akhirnya harus saling membenci lagi.
aku lelah sayang,
lelah karena aku harus berjuang sendirian lagi.
tidakkah kau mengkhawatirkanku?
tidakkah kau memikirkan tentang hatiku?
tidakkah kau cemas akan perasaanku?
sayang,
jika memang kembalinya dirimu adalah jalan agar kita bersama.
kumohon jadikanlah itu selamanya.
namun jika ini hanya batu loncatan,
kumohon,
jangan padaku.
jangan goyahkan perasaanku.
jangan goyahkan egoku.
segeralah akhiri semuanya.
agar aku tak lagi berharap padamu.
wahai kau pria-bulan-mei...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar