Translate

Senin, 06 Juli 2015

Jika kau ingin aku menemanimu hingga kau sukses, maukah kau menemaniku juga hingga aku bisa memasak?

Bandung,
6 Juli 2015 - 18.48 WIB

sayang,
beberapa hari ini benakku berfikir.
memikirkan semua kata-kata yang kau ucapkan beberapa hari lalu.
tentang kehidupan berumah tangga.

aku tau,
aku yang begitu menginginkannya.
sekuat tenaga berusaha menginginkan itu semua dengan cepat.
tanpa peduli apa kata mereka.
tanpa peduli bagaimana usahamu berjuang mewujudkan semuanya.
terlalu egois rasanya aku yang selalu ingin semuanya berjalan dengan cepat dan sesuai rencanaku.

sebenarnya, aku belum mengetahui isi hatimu.
belum pernah aku mengetahui apa rencanamu kedepan.
apakah itu bersamaku,
atau malah aku hanya sebagai tempat persinggahan menuju kehidupan barumu bersama yang lain.
kau begitu tertutup sayang.
begitu sulitnya kau bercerita tentang kehidupanmu.
tentang keseharianmu,
bahkan tentang rencanamu esok hari.
apalagi tentang rencana masa depanmu.
aku hanya berusaha menggalinya dari orang terdekatmu.
berusaha menerawang dari semua kata-kata yang kau ucapkan sedikit demi sedikit.
dari gerak tubuhmu yang kau bahasakan setiap hari.
dan dari raut wajahmu yang menyiratkan begitu banyak mimpi dan harap.

posisiku saat ini sangat sulit sayang.
aku tak berstatus.
aku tak tahu apa artiku dimatamu.
bahkan aku pun tak tahu siapa aku di dalam hatimu.
kau hanya mengatakan bahwa kau mencintaiku.
tanpa bicara banyak hal lagi.
aku bingung,
tapi aku tetap berusaha bertahan.
ya, bertahan untuk kita.
dan berharap esok akan selalu ada hal baik yang terjadi :)

aku tahu,
kriteria untuk jadi pendamping hidupmu amatlah sulit.
amatlah banyak.
dan mungkin, wanita yang kau idamkan itu adalah wanita yang hampir mendekati sempurna.
tapi, bolehkah aku berharap?
bolehkah aku berusaha?
berusaha jadi yang terbaik untuk dirimu...

aku hanya wanita biasa, sayang :)
seorang wanita manja dari sebuah keluarga sederhana.
seorang wanita biasa yang katamu bahkan kekurangan perhatian.
seorang wanita biasa yang berusaha jadi luar biasa dimatamu.
seorang wanita biasa yang mungkin memimpikan kehidupan layaknya seorang putri raja.
seorang wanita biasa yang ingin menempati tempat terindah dihatimu :)

aku manja, aku malas, aku cengeng,
aku egois, aku pencemburu, aku pemberontak,
dan aku tak bisa memasak :(
itu mungkin yang selintas terlihat dimatamu.
tapi sungguh sayang, aku mencintaimu dan berusaha tidak menunjukkan semua itu padamu.
aku pun tak peduli, kau lihat sisi mana yang ada pada diriku.
yang aku ingin hanyalah bertahta dihatimu :)

kriteria wanitamu mungkin sempurna.
cantik, baik, pintar, sopan, ulet, rajin, bisa membahagiakanmu,
sayang pada keluargamu, punya etika yang baik,
mau menemanimu dari nol hingga kau sukses,
dan yang terpenting ia harus pandai memasak.

lalu bagaimana dengan aku yang tak pandai memasak?

masih bolehkah aku ada dalam daftar calon istrimu?

sungguh sayang,
kehidupanku memang berjalan begitu indah..
sehingga aku melupakan satu hal penting dalam kehidupan yang nantinya sangat berguna dalam rumah tangga.
aku tak bisa memasak :(
aku terlalu terbuai dengan semua fasilitas yang kudapatkan sampai saat ini.
pulang kerumah dengan perasaan tanpa beban.
tanpa harus berfikir untuk membereskan rumah,
mencuci, mengepel, bahkan memasak.
semua sudah dikerjakan oleh asisten rumah tangga ku.
memang, aku bukanlah wanita mandiri dalam urusan seperti itu :(

aku mungkin mahir merias diri,
aku mungkin mahir berbicara dengan orang lain,
atau sekedar menarik perhatian lawan jenis,
aku mungkin bertanggung jawab dalam pekerjaan,
aku mungkin bisa beramah tamah dalam suatu acara.
tapi aku sungguh melupakan satu hal.
ya, aku tak bisa memasak...
dan itu agaknya fatal untukmu.

tapi sayang,
bolehkah aku meminta sesuatu?

agaknya kita sama-sama bertukar satu keinginan masing-masing.
aku berjanji akan menemanimu dari awal titik nol dalam hidupmu,
hingga titik teratas pencapaianmu.
lalu,
maukah kau menerimaku juga?
menemaniku dari awal aku tak pandai memasak,
hingga suatu hari aku pandai memasak dan melakukan semuanya untukmu?
:)

mungkinkah kau mau?
menunggu sampai saat itu tiba.
sampai saat nya aku pandai memasak :)

Tidak ada komentar: