Bandung,
19 Mei 2015
08.44 WIB
aku masih ingat, saat pertama awal perkenalan kita.
menyenangkan, ya menyenangkan.
namun tersadar, kita ada pada dunia yang berbeda.
keadaan yang berbeda, dan lingkungan yang berbeda.
semua penuh dengan perbedaan.
satu persamaan yang mungkin aku tau.
cermin dan refleksi.
kita bagai cermin.
merefleksikan satu sama lain.
kepribadian yang sama.
sifat dan tingkah laku yang sama.
dan pola pikir yang searah,
dan aku mulai berharap pada cerminku.
cerminku,
mengapa ternyata kau begitu menarik?
dan aku mulai menaruh harap padamu, cerminku...
melihatmu,
aku bagai melihat diriku sendiri.
nyata adanya.
bolehkah aku menaruh hati padamu, cerminku?
bolehkah aku menabur harap padamu, cerminku?
bolehkah aku menanam cinta padamu, cerminku?
dan, bisakah aku memilikimu, cerminku?
dan, mengapa Tuhan harus mempertemukan kita?
berkali aku menyangkal akan kehadiranmu.
berusaha tak ingin mengenalmu.
tapi entah mengapa, semua akhirnya terjadi.
dan pada akhirnya, aku selalu menaruh harap pada cerminku :)
kamu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar