Translate

Selasa, 12 November 2013

C I (N) T A !

Bandung, 12 November 2013
14.55 WIB
 
Absurd...
saat saya yang notabene seorang wanita harus berbicara tentang cita dan cinta.
hakikatnya saya memang seorang wanita.
ya, wanita yang terlalu lama mempertahankan kesendiriannya dan terlalu angkuh untuk menjalani sebuah komitmen di masa kini. ya, masa kini. masa dimana segala sesuatunya tidak dapat diseskripsikan secara nyata :) dan nilai sesuatu pun sudah bergeser sesuai jamannya.
Absurd...

andai kenapa mereka tau mengapa saya selalu bertahan dengan kesendirian ini :) 
trauma masa lalu tak seharusnya terus membayangi hari-hari di kehidupan saya. tapi apa yang mau dikata, itulah yang terjadi. bisakah ini dijadikan alasan mengapa saya begitu hati-hati untuk menjalankan sebuah komitmen ? bisa jadi !

dulu saat saya mengejar cita-cita saya, saya pun memiliki cinta yang semua orang anggap beruntung. semua menganggap saya beruntung mendapatkan seorang lelaki yang begitu perhatian dan melimpahkan ribuan kasih sayangnya kepada saya, tanpa mereka tau, saya teriksa. tak ada perasaan bahagia saat ia membuat saya berada pada situasi yang snagat sulit. saat saya harus mengejar cita-cita dan membahagiakan kedua orang tua saya, dan memilih cinta, bahagia dengannya tapi melepaskan cita yang hampir sedikit lagi saya raih.

saat jaman mulai berkembang dan norma mulai bergeser, pemikiran saya pun berubah. mungkin dulu memang kodratnya seorang wanita itu tugasnya mengurus rumah tangga, mengurus suami dan anak-anaknya. dapur dan kamar tidur adalah workstationnya. tapi sekarang, haruskah wanita tetap seperti itu tanpa berkembang? 

mungkin bagi sebagian wanita, pilihan itu menjadi jalan terakhir untuk mengabdi pada suami dan menabung bekal amal ibadah di akhirat kelak. tapi, apabila pengalaman yang telah mengajarkan saya selalu menyakiti dan menyudutkan saya, haruskah saya diam dan harga diri saya diinjak-injak oleh seorang pria? 

saya mungkin angkuh, bahkan untuk ukuran seorang wanita biasa pun saya terlalu angkuh. saat saya sudah meraih cita, tanpa sadar saya mengabaikan cinta. padahal saya butuh itu :( tapi entah mengapa saat saya merasa nyaman dengan semua yang sudah saya miliki, hasil kerja keras dan cucuran keringat yang tiada tara ini membahagiakan untuk saya, semuanya berubah. lagi-lagi cinta menentang. tak bolehkah saya mendapatkan cita dan cinta dalam satu kesatuan yang tidak saling bertentangan? ataukah tetap harus saya memilih salah satu diantaranya???

:(

Tidak ada komentar: