RASIS
sulitnya manusia menghilangkan kata rasis dari hidupnya ..
kini aku jadi korban , korban kerasis-an itu sendiri..
Menjalin cinta dengan seorang pria minang, yang jelas sangat ditentang oleh tetua di keluarga saya
ya, sungguh ketidaksengajaan yang membuatku mengenalnya
pertengkaran sahabat baikku menyeretku mengenalnya
Pandangan pertamanya yang sungguh mengoda tak ubahnya membisikan kata manis dalam fikirku. ..
Manis, ya. ia sungguh manis memikat hatiku. ..
Tiga hari masa perkenalan, cukup singkat bahkan terbilang terlalu singkat.
Diajaklah kami masuk dalam kencan pertama itu.
Secepat ini?
Sesingkat ini?
Haruskah sebegitu cepatnya ini terjadi?
Dua minggu perkenalan.
Kami mulai mengerti satu sama lain.
Saling memahami.
Saling berbagi.
Saling bercerita.
Indah. ...
Kesamaan menaungi kami, sedang perbedaan saling melengkapi. ..
Oh, Tuhan
Sampai kapan aku harus terjebak dalam ke-rasisan ini?
Haruskah kutinggalkan dia saat kami saling mencintai satu sama lain!?
Kenapa harus muncul kerasisan ini. ..
Aku tau, aku sangat dilarang menjalin cinta dengan orang minang.
Entah mitos darimana itu asalnya.
Yang jelas, semua sangat membantah hubunga kami.
Belum lagi, mereka pasti berbicara tentang tingkat pendidikan, pekerjaan, dan apalah semacam tersebut yang sungguh sulit kupahami.
Bukankah kebahagiaanku itu aku sendiri yang ciptakan?
Aku tau semua yang mereka inginkan demi sesuatu yang terbaik untukku.
Tapi haruskah aku yang dikorbankan ditengah kerasisan ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar