sisa rintik hujan,
20 Mei 2013
18.14 WIB
aku begitu ingat saat pertama kali mengenalmu . diam , ya aku hanya diam . termenung dan sangat menjaga sikap yang aku tunjukkan padamu . terlalu jauh pikirku . ya , terlalu jauh untuk menggapaimu . ah , tapi aku belum cukup mengenalmu . bolehkah aku sedikit saja mengenali kepribadianmu ? kau nampak sungguh menarik imajiku .
sosok pria dengan penuh tumpahan cat disekujur tubuhnya , mengalihkan perhatianku . sejenak aku bergumam . ia nampak indah , bahkan lebih indah dari sosok pangeran pujaan di mimpiku . macho dan laki banget adalah kesan pertama yang kuberikan padanya . ia sungguh mengerti bagaimana cara merayu dan memperlakukan seorang wanita .
tapi aku ragu , apa mungkin ia hanya ingin mempermaikanku ? aku begitu jauh dari kata ideal untuk kriteria pasangannya . ah , dan nampaknya ia akan sedikit menuntutku untuk berubah . dan ternyata , ya . aku tak cukup ideal untuk menjadi seorang wanita yang ada dalam imajinasinya . bahkan untuk melebihi kekasihnya terdahulu pun mungkin aku tak cukup .
aku yang hanya seorang wanita cupu , bermimpi mendapatkan pria sociable sepertinya ? "ah , jangan mimpi kamu !" , hanya ada kalimat itu yang mungkin terngiang didalam sel-sel otakku . tak pernah sedikitpun aku berusaha memberanikan diri untuk menemuinya di dunia nyata . hanya sebuah instant messenger lah yang menggiringku berusaha masuk ke dalam kehidupannya , atau bahkan ke dalam hatinya . ah , mustahil !
aku dengan terpaksa menjadi seorang detektif dadakan yang berusaha mencari tahu semua tentang dirinya . sulit kupercaya memang , kehidupan bebasnya sungguh tak sejalan dengan pribadiku . mungkin aku akan dengan mudah bisa mengadaptasi dan berubah masuk ke dalam lingkungan dan pergaulannya . ah , namun bagaimana reputasi ku dalam keluarga ? bukankah mereka sangat tidak menyukai hal seperti itu ? ya , semua opini itu menciutkan nyaliku . terlebih , dengan pergaulan dan kebebasan hidupnya yang semakin akan membuatku terlihat bodah dan kecil dimatanya , di komunitasnya , dan di lingkungannya . urunglah niat itu , dan aku melanjutkan kenormalan hidupku . sungguh iri melihat wanita lain yang mendapat perlakuannya . andai aku bisa menjadi yang istimewa buatnya :)
beberapa waktu kulewati tanpanya . biasa memang , dan perasaan itu pun tak cukup menguat . namun aku cukup tercengang saat mendengar notifikasi IM di gadget ku . namanya sungguh jelas terpampang . ya , dia menyapaku . dia menyapa dan kami memulai percakapan kecil yang sungguh romantis . bahagia itu muncul saat ia ber`statement` bahwa aku sungguh sosok wanita yang pantas ia jadikan pendamping . entahlah , rayuan gombalkah atau kata-kata tulus yang ia ketikkan pada percakapan di messenger tersebut . tapi kalimat itu sungguh membuatku percaya diri .
sungguh , dia membuat imajiku begitu melayang . ia mengangkatku , ia meyakinkanku , ia melayangkanku , melambungkan hatiku yang sungguh tergoda oleh pesonanya . dan lama-kelamaan , aku mulai merasqkan perasaan yang begitu menguat . aku ? ya , aku . aku menyukainya . aku mulai menyayanginya .
kehadirannya tak lama dalam alunan melodi dan perasaan cinta ini . lamunanku pun terusik , aku bagai jatuh dari atas langit , terhempas angin yang sungguh begitu membuatku terguncang , seketika diterjang badai yang kemudian menghanyutkanku ke dalam samudera luas yang sulit terjangkau . dan seketika aku tersadar . ya , ia memang bukan untukku , dan mungkin tak akan pernah tercipta buatku . apalagi untuk ditakdirkan hidup bersamaku .
tegar , sekatika aku harus tegar . bangkit , ya bangkit ! aku tidak boleh terpuruk dari kesedihan ini . aku tidak boleh terlarut dalam luka ini . ini hanya sebagian kecil sakit dari luka hatiku . ayolaaaaaah , aku pernah mengalami hal yang lebih berat dari ini , segeralah bangkit .
akupun mulai berjalan tertatih , mencoba merangkak menjauh dari pandangan dan dunianya . tapi tak bisa , sudut mataku terus mengintainya . ya biarlah , kubiarkan sudut mata ini menolehnya , tapi aku harus terus berjalan perlahan menapaki kerasnya lamunan ini . perasaan ini mungkin tetap ada . dan obsesi untuk memilikimu pun masih tetap ada . namun badai itu telah menyadarkanku . aku tak pantas memiliki pribadi seorang pangeran dari sosok iblis sepertimu . wujudmu boleh nampak seperti setan , tapi caramu memperlakukan wanita yang membuatmu seperti malaikat . dan aku hanyalah seorang wanita pemimpi yang mengobsesikan seorang ksatria sepertimu . dan ya , aku cukup tahu diri untuk tidak jatuh cinta kepadamu :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar